Jumat, 14 Agustus 2020

SEJARAH DAN PEMIKIRAN AKUNTANSI SYARIAH

 



Akuntansi syariah pada dasarnya merupakan bentuk penerapan nilai-nilai Islam sebagai suatu agama yang tidak hanya mengatur masalah keimanan tetapi juga mengatur masalah kehidupan sehari-hari.


PERKEMBANGAN AWAL AKUNTANSI 

Pada awalnya akuntansi merupakan bagian dari ilmu pasti, yaitu bagian dari ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan masalah hukum alam dan perhitungan yang bersifat memiliki kebenaran absolut. Sebagai bagian dari ilmu pasti yang perkembangannya bersifat akumulatif.

    Perubahan ilmu akuntansi dari bagian ilmu pasti menjadi ilmu sosial lebih disebabkan oleh faktor-faktor perubahan dalam masyarakat yang semula dianggap sebagai sesuatu yang konstan, misalnya transaksi usaha yang akan dipengaruhi oleh budaya dan tradisi serta kebiasaan dalam masyarakat. Oleh sebab itu, akuntansi masih berada ditengah-tengah pembagian ilmu pengetahuan tersebut hingga kini.

    Akuntansi dalam islam merupakan alat (tool) untuk melaksanakan perintah Allah Swt (dalam QS. Al-Baqarah : 282) untuk melakukan pencatatan dalam melakukan transaksi usaha. Implikasi lebih jauh, akuntansi adalah keperluan terhadap suatu sistem pencatatan tentang hak dan kewajiban sehingga, menjadi pelaporan yang terpadu dan komprehensif.

    Islam memandang akuntansi tidak hanya sekedar ilmu yang bebas nilai untuk melakukan pencatatan dan pelaporan saja, tetapi juga sebagai alat untuk menjalankan nilai-nilai Islam (Islamic values) sesuai ketentuan syariah.

    Perkembangan akuntansi, dengan domain "arithmatic quality"-nya, sangat ditopang oleh ilmu lain, khususnya arithmatic, algebra, mathematics, dan algorithm pada abad ke-9 M. Ilmu ini lebih dahulu berkembang sebelum perkembangan bahasa. Ilmu penting ini ternyata dikembangkan oleh filsuf Islam yang terkenal yaitu Abu Yusuf Ya'kub bin Ishaq Al-Kindi yang lahir tahun 809 M. Al-Khawarizmy, lahir tahun 780 M mengenalkan sistem nomor, desimal, dan angka 0"0" (zero, sifr, kosong, nol) seperti yang kita pakai sekarang atau yang disebut angka arab dan sudah dikenal sejak 830 M. Hal ini diakui oleh Hendriksen penulis buku Accounting Theory sebagai sumbangan Arab Islam terhadap akuntansi. 

    Al-Khawarizmy juga menciptakan algorithm, atau algebra yang juga berasal dari kata dalam bahasa Arab al-jabr dalam buku Al-jabr wal Muqabalah tahun 825 M (Smith, 1958).Sebenarnya, Al Khawarizmy-lah yang memberikan kontribusi besar bagi perkembangan matematika modern Eropa. Akuntansi modern yang dikembangkan persamaan algebra dengan konsep-konsep dasarnya digunakan untuk memecahkan persoalan pembagian harta warisan secara adil sesuai dengan syariah yang ada di Al-Quran, perkara hukum (law suit), dan praktik bisnis perdagangan. 

    Sebenarnya, sudah banyak akuntan yang mengakui keberadaan akuntansi Islam, misalnya RE Gambling, William Roget, Baydoun, Hayashi dari Jepang, dll. Seperti Paciolli yang memperkenalkan sistem double entry melalui ilmu matematika, sistem akuntansi juga dibangun dari dasar persamaan akuntansi Aset = Liabilitas + Ekuitas (A = L+ E). Oleh karena aljabar pada awalnya ditemukan oleh ilmuwan muslim di zaman keemasan Islam, maka sangat logis jika Ilmu akuntansi juga telah berkembang pesat di zaman itu, paling tidak menjadi dasar perkembangannya.



SEJARAH AKUNTANSI 

Ketika masyarakat mulai mengenal adanya "perdagangan", maka pada saat yang sama mereka telah mengenal konep nilai (value) dan mulai mengenal sistem moneter (monetary system). Bukti tentang pencatatan (bookkeeping) tersebut dapat ditemukan sejak zaman kerajaan Babilonia (4500 SM),  Firaun Mesir, dan kode-kode Hammurabi (2250 SM), sebagaimana ditemukan adanya kepingan pencatatan akuntansi di Ebla, Syria Utara.

    Walaupun akuntansi telah dimulai dari zaman prasejarah, saat ini kita hanya mengenal Luca Paciolli sebagai Bapak Akuntansi Modern. Paciolli, seorang ilmuwan dan pengajar di beberapa universitas yang lahir di Tuscany, Italia pada tahun 1445, merupakan orang yang dianggap menemukan persamaan akuntansi untuk pertama kali pada tahun 1494 dengan bukunya : Summa de Arithmetica Geometria et Proportionalita (A Review of Arithmetic, Geometry and Proportions). Dalam buku tersebut, ia memberikan penjelasan mengenai double entry book keeping sebagai dasar perhitungan akuntansi modern, bahkan juga hampir seluruh kegiatan rutin akuntansi yang kita kenal saat ini seperti penggunaan jurnal, buku besar (ledger), dan memorandum. Penjelasan ini memberikan dasar yang memadai untuk akuntansi, etika, dan juga akuntansi biaya. 

    Sebenarnya, Luca Paciolli bukanlah orang yang menemukan double entry book keeping system, mengingat sistem tersebut telah dilakukan sejak adanya perdagangan antara Venice dan Genoa pada awal abad ke-13 M setelah terbukanya jalur perdagangan antara Timur Tengah dan Kawasan Mediterania. Bahkan, pada tahun  1340 Bendahara kota Massri telah melakukan pencatatan dalam bentuk double entry. Hal ini pun diakui oleh Luca Paciolli bahwa apa yang dituliskannya berdasarkan apa yang telah terjadi di Venice sejak satu abad sebelumnya.

    Menurut Paragallo, orang yang menuliskan double entry pertama kali adalah seorang pedagang yang bernama Benedetto Cotrugli dalam buku Della Mercatua e del Mercate Perfetto pada tahun 1458 namun baru diterbitkan pada tahun 1573

    Menurut Vernon Kam (1990), ilmu akuntansi diperkenalkan pada zaman Feodalisme Barat. Namun, setelah dilakukan penelitian sejarah dan arkeologi ternyata banyak data yang membuktikan bahwa jauh sebelum penulisan ini sudah dikenal akuntansi. Perlu diingat bahwa matematika dan sistem angka sudah dikenal sejak abad ke-9 M. Ini berarti bahwa ilmu matematika yang ditulis Luca Paciolli pada tahun 1491 bukan hal yang baru lagi karena sudah dikenal Islam 600 tahun sebelumnya. Dalam buku "Accounting Theory", Vernon Kam (1990) menulis : 
"Menurut sejarahnya, kita mengetahui bahwa sistem pembukuan double entry muncul di Italia pada abad ke-13. Itulah catatan paling tua yang kita miliki mengenai sistem akuntansi "double entry" sejak akhir abad ke-13 itu. Namun adalah mungkin sistem double entry sudah ada sebelumnya." 

Hendriksen, dalam buku Accounting Theory menulis : 
"... the introduction of Arabic Numerial greatly facilitated the growth of accounting."
(penemuan angka Arab sangat membantu perkembangan akuntansi)

Kutipan ini menandai anggapan bahwa sesungguhnya Arab terhadap perkembangan disiplin akuntansi sangat besar. Artinya besar kemungkinan bahwa dalam peradaban Arab sudah ada metode pencatatan akuntansi. Bahkan, bisa saja mereka yang memulainya. Bangsa Arab pada waktu itu sudah memiliki administrasi yang cukup maju, praktik pembukuannya pun telah menggunakan buku besar umum, jurnal umum, buku kas, laporan periodik, dan penutupan buku.

    Selain Al-Jabr dan Al Khawarizmy (logaritma), masih ada cabang ilmu lain yang telah berkembang seperti ilmu kedokteran dari Ibnu Sina (Avicenna), kimia yang menjadi karya besar Ibnu Rusyd (Averos), ilmu ekonomi (Ibnu Khaldun), dll. 

    Mengingat bahwa Paciolli sendiri telah mengakui bahwa akuntansi telah dilakukan satu abad sebelumnya, dan Venice telah menjadi salah satu pusat perdagangan terbuka, maka sangat besar kemungkinan bahwa telah terjadi pertukaran informasi dengan para pedagang muslim yang telah mengembangkan hasil pemikiran dari ilmuwan muslim. Lieber (dalam Boydoun, 1968), menyatakan bahwa para pemikir di Italia memiliki pengetahuan tentang bisnis yang baik disebabkan hubungannya dengan rekan bisnis muslimnya. Bahkan Have (1976) mengatakan bahwa Italia meminjam konsep double entry dari Arab. 

Selain dari bangsa Eropa yang belajar ke Timur Tengah, pedagang-pedagang muslim pun tak kalah andilnya di dalam mensyiarkan (transformasi) ilmu pengetahuan. Terjadinya proses transformasi ilmu pengetahuan tadi, juga dimungkinkan mengingat Al-Quran yang menyerukan semua orang untuk berdakwah. Kota-kota yang berada di wilayah kekuasaan Islam tersebut seperti Kairo, Alexandria, Damsyik, Baghdad merupakan pusat perdagangan internasional yang cukup pesat dan ramai. Melalui perdagangan inilah kebudayaan dan teknologi muslim tersebar di Eropa Barat, Amalfi,Venice, Pisa, dan Genoa merupakan pelabuhan utama dan terpenting yang menghubungkan perdagangan dari pelabuhan pedagang muslim di Afrika Utara dan Laut Tengah bagian timur, ke kota-kota Kristen seperti Barcelona, Konstantinopel, dan Acre.

    Apa yang dilakukan Luca Paciolli memiliki kemiripan dengan apa yang telah disusun oleh pemikir muslim pada abad ke-8 - 10 M. Kemiripan tersebut antara lain (Siswantoro,2003) adalah sebagai berikut. 

Tahun

Luca Paciolli

Islam

 

 

In the Name of God

Bismillah (dengan nama Allah)

 

Client

Mawla

 

Cheque

Sakk

 

Separate Sheet

Waraka khidma

 

Closing Book

Yutbak

622 M

Journal

Jaridah

750 M

Receivable-Subsidiary Ledger

Al-awraj

750 M

General Journal

Daftar al-yawmiah

750 M

Journal Voucher

Ash-shadad

Abad 8 M

Collectible Debt

Arra’ej menal mal

 

Uncollecetible Debt

Munkaser menal mal

 

Doubful, difficult, complicated debt

Al – mutaakhher wal mutahyyer

 

Auditing

Hisab

 

Chart of Account

Sabh Al asha






Daftar Pustaka : 

Sri Nurhayati dan Wasilah, Akuntansi Syariah di Indonesia Edisi 5, Jakarta: Salemba Empat, 2019.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUMBER AJARAN ISLAM DAN METODE IJTIHAD

  ✔ TUNTUNAN ISLAM Al-Quran merupakan tuntunan ajaran islam yang pertama dan utama. Seperti firman Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw bahwa ...